Apa yang Dimaksud Zakat Fitrah? Simak Penjelasannya Disini

0

Setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri seluruh umat muslim memiliki kewajiban untuk membayar zakat fitrah. Apa sih sebenarnya pengertian dari zakat fitrah? Apakah semua orang wajib mengeluarkan zakat fitrah atau hanya orang-orang tertentu saja? Selengkapnya, simak penjelasan disini.

Pengertian Zakat Fitrah

Pengertian dari zakat fitrah yaitu  merupakan jenis zakat yang harus ditunaikan atau dilaksanakan bagi seorang muslim yang termasuk muzakki dan sudah mempunyai kemampuan untuk melaksanakannya. Zakat fitrah termasuk jenis zakat wajib yang harus dikeluarkan satu kali dalam waktu satu tahun. Waktu membayarkannya tidak sembarangan yaitu ketika bulan Ramadhan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Zakat fitrah pada prinsipnya harus dikeluarkan pada waktu sebelum berlangsungnya sholat Idul Fitri. Hal inilah yang membedakan antara zakat fitrah dengan jenis zakat yang lainnya. Zakat fitrah mengandung pengertian menyucikan harta. Alasannya adalah karena di dalam setiap harta yang dimiliki oleh manusia terdapat sebagian hak yang dimiliki oleh orang lain.

Hukum Zakat Fitrah

Hukum menunaikan zakat fitrah adalah wajib bagi setiap muslim yang mampu. Jadi, bagi seorang muslim yang benar-benar tidak mampu menunaikan zakat fitrah hukumnya menjadi tidak wajib. Kewajiban membayar zakat fitrah bagi umat muslim adalah untuk semua kalangan. Tidak hanya untuk orang dewasa saja atau untuk jenis kelamin tertentu saja.

Syarat-syarat Zakat Fitrah

Ada beberapa syarat wajib zakat fitrah, diantaranya:

  • Memiliki agama Islam dan statusnya merdeka.
  • Memiliki harta yang lebih untuk kebutuhannya sehari-hari, baik itu kebutuhan untuk dirinya sendiri maupun untuk orang-orang yang ada di bawah tanggungannya pada hari raya serta malamnya.
  • Bertemu dengan dua waktu yaitu antara bulan Ramadhan dengan bulan Syawal meskipun tidak lama.

Ada juga beberapa syarat bagi orang yang tidak wajib zakat fitrah, antara lain:

  • Orang yang meninggal pada waktu sebelum terbenamnya matahari pada akhir bulan Ramadhan.
  • Menjadi muallaf pada waktu sesudah matahari terbenam di akhir bulan Ramadhan.
  • Anak yang lahir sesudah terbenamnya matahari pada waktu akhir bulan Ramadhan.
  • Tanggungan kepada seorang istri yang baru saja dinikahi setelah terbenamnya matahari di akhir bulan Ramadhan.

Waktu Dikeluarkannya Zakat Fitrah

Ketika mengeluarkan zakat fitrah tidak boleh sembarangan waktunya. Ada waktu khusus yang sangat penting diperhatikan dalam mengeluarkan zakat fitrah. Sebaiknya pembayaran zakat fitrah dilakukan sebelum melaksanakan sholat Idul Fitri. Meskipun demikian, akan lebih baik jika kita melaksanakan zakat fitrah pada waktu sebelum hari raya.

Tujuannya tidak lain adalah agar kewajiban kita bisa terpenuhi dengan lebih cepat. Kita perlu memahami kapan waktu wajib mengeluarkan zakat fitrah. Jangan sampai terlewatkan karena jika terlewatkan bisa menjadikan zakat yang dikeluarkan bukan termasuk zakat fitrah. Ada beberapa waktu mengeluarkan zakat fitrah yang tepat, diantaranya:

  • Waktu afdhal yaitu pada saat sesudah melaksanakan sholat subuh di hari akhir bulan Ramadhan sampai sebelum melaksanakan sholat Idul Fitri.
  • Waktu wajib yaitu pada saat sesudah matahari terbenam di akhir waktu bulan Ramadhan.
  • Waktu harus yaitu bermula dari awal bulan Ramadhan hingga akhir bulan Ramadhan.
  • Waktu makruh yaitu ketika melaksanakan sholat Idul Fitri sampai sebelum terbenamnya matahari.
  • Waktu haram yaitu pada
    saat sesudah matahari terbenam di hari raya Idul Fitri.

Baca Juga: Apa Itu Zakat Harta? Bagaimana & Kapan Cara Menghitungnya?

Jumlah Zakat Fitrah yang Harus Dikeluarkan

Jenis zakat fitrah yang dikeluarkan yaitu berupa makanan pokok kita. Di negara Indonesia makanan pokoknya adalah beras sehingga zakat fitrah yang dikeluarkan mayoritas berupa beras. Setiap umat muslim memiliki kewajiban membayar zakat fitrah. Untuk besarnya adalah 3,5 liter atau 2,5 kg beras. Zakat ini bisa juga digantikan dengan uang. Jumlahnya adalah sesuai dengan harga dari beras sebesar 2,5 kg tersebut.

Menurut para ulama, zakat fitrah yang dikeluarkan yaitu sebesar satu sha’ atau 4 mud. 1 mud memiliki nilai sebesar 675 gr. Hal ini sesuai berdasarkan penafsiran hadits. Kira-kira besarnya setara dengan 2,7 kg atau 3,5 liter makanan pokok. Misalnya seperti tepung, gandum, kurma, aqith maupun jenis makanan pokok lainnya yang biasa dikonsumsi di wilayah bersangkutan. Mazhab yang menganut paham ini adalah Malik dan Syafi’i.Kualitas makanan pokok atau beras yang dikeluarkan harus sesuai dengan kualitas yang dikonsumsi sehari-harinya.

Penyaluran Zakat Fitrah

Zakat fitrah bisa disalurkan lewat Lembaga Amil Zakat terpercaya yang ada di Indonesia. Zakat fitrah bisa dibayarkan sebelum melaksakan sholat Idul Fitri yaitu di hari terakhir bulan Ramadhan. Inilah yang menjadi dasar pokok pembeda antara zakat fitrah dengan jenis zakat atau sedekah-sedekah lainnya.

Golongan yang Wajib Mengeluarkan Zakat Fitrah

Mengeluarkan zakat fitrah diwajibkan bagi golongan tertentu saja.Jika seluruh umat muslim terkena kewajiban ini, tentu akan menjadi sangat memberatkan. Terdapat beberapa golongan yang wajib mengeluarkan zakat fitrah, antara lain:

  • Seorang muslim yang belum meninggal atau masih hidup pada waktu setelah matahari terbenam di akhir bulan Ramadhan. Jika ternyata meninggal setelah matahari terbenam, maka orang tersebut tetap wajib mengelurakan zakat fitrah. Berbeda dengan jika anak lahir sesudah terbenamnya matahari, maka anak tersebut tidak diwajibkan membayar zakat fitrah.
  • Seseorang wajib membayarkan zakat fitrah untuk dirinya sendiri beserta untuk orang-orang yang menjadi tanggungannya. Hukumnya menjadi tidak wajib jika orang-orang yang menjadi tanggungannya tersebut beragama bukan Islam.
  • Golongan yang mempunyai kesanggupan, kemudahan serta mempunyai makanan melebihi kebutuhannya untuk hari raya Idul Fitri.

Nah, itulah penjelasan singkat mengenai zakat fitrah. Pastikan Anda memahami segala hal mengenai zakat fitrah sebelum menunaikannya agar tidak keliru.

Leave A Reply

Your email address will not be published.